Kota yang besar dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki kendaraan pribadi dengan jumlah yang besar pula. Jalan di kota besar dipenuhi dengan kendaraan-kendaraan pribadi setiap waktunya, sehingga tidak heran bila jalur transportasi menjadi padat dan menimbulkan kemacetan. Seharusnya ada himbauan untuk menggunakan angkutan masal agar tidak semua penduduk menggunakan kendaraan pribadi yang dapat mengakibatkan kemacetan pada jalan raya.
Peningkatan angkutan yang bersifat masal harus lebih intensive dan nyaman. salah satu alternatif terbaik untuk menjawab permasalahan ini dengan penggunaan jalur transportasi kereta api, karena sistem angkutan ini dinilai mempunyai beberapa kelebihan terutama dalam jumlah pengangkutan. Seperti dibuktikan kereta api Jabotabek, satu rangkaian dengan empat buah gerbong bisa mengangkut sekitar 1.250 penumpang dalam waktu sekitar satu jam antara Bogor-Jakarta. Jika jumlah penumpang ini diangkut dengan bus yang berkapasitas 75 orang (termasuk berdiri) maka akan dibutuhkan sekitar 17 bus denagn waktu perjalanan dua kali lipat. Dengan melihat ilustrasi ini maka jenis angkutan darat lainnya tak akan menandingi keandalan kereta api. (Wibawa, 1996)
Sarana dan prasarana pada kendaraan angkutan umum atau angkutan masal sebaiknya diperbaiki dan dikembangkan. Terlebih pelayanan dalam angkutan diprioritaskan. Menjadikan angkutan umum bersih, memiliki fasilitas yang memadai, aman, dan lebih terjamin. Hal ini bertujuan untuk menarik masyarakat agar mau menggunakan kendaraan umum. Jika angkutan umum atau angkutan masal ini baik maka masyarakat dari bebagai kalangan akan dengan senang ahti menggunakannya. Keinginan kenyamanan dalam penggunaan jalur transportasi juga harus didukung dengan alat transportasi yang nyaman. Pemerintah sebaiknya memperhatikan sarana dan prasarana angkutan masal sebagai alat transportasi.
This entry was posted
on 12:48 AM
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.
